Daily Archives: February 6, 2014

Mengenal karakter dan watak Anda

 

bingung

 

 “Bakat adalah apa yang Anda miliki dan dianugerahkan Tuhan sebagai potensi.”

o    Kenneth Wydro

Jika anda tidak suka tekun di depan meja belajar tapi malah suka ngemil dan tertawa, jangan pesimis Anda tidak bisa pintar. Jika Anda melihat anak yang malas sekolah tapi hanya suka menonton, jangan segera cap dia sebagai anak yang tak berbakat. Jika ada anak yang suka nya bersenandung saja atau hobinya ke lapangan olahraga, jangan keburu melihat suramnya masa depannya. Yakin deh, mereka bakal bisa sukses juga jika…

Karakter manusia dibagi menjadi empat kategori, yaitu; Sanguin, Koleris, Melankolis, dan Plegmatis. Ini adalah keunikan dan watak dasar dari setiap orang manusia. Ini adalah kepribadian sebagaimana ia dilahirkan dan diturunkan dari orang tuanya. Seperti beberapa orang dilahirkan dengan bermata biru, beberapa orang pun dilahirkan Sanguin. Beberapa orang dilahirkan dengan rambut hitam, maka beberapa orang kepribadiannya melankolis. Tidak ada suatu kepribadian yang lebih baik dari yang lain. Pengenalan ini dibuat untuk memahami orang lain dan diri sendiri lebih baik serta menggunakannya untuk kemajuan.

SANGUIN

Kepribadian Sanguin adalah bertipe mempunyai energi besar, suka bersenang-senang, temannya banyak, cenderung populer, modis, berpenampilan menarik, positif, banyak tertawa dan supel. Suka memulai sebuah percakapan dan menjadi sahabat bagi semua orang. Biasanya optimis dan selalu menyenangkan. Tipe orang-orang yang banyak dirindukan kehadirannya oleh orang lain. Jika berbicara pasti penuh alunan, intonasi dan gesture. Mereka suka mencari perhatian, sorotan, kasih sayang, dukungan, dan penerimaan dari orang-orang disekitarnya https://fayajra.ae/.

Tipe sanguin tidak tahan melihat orang asing di depan mereka tanpa memberi tanggapan atau salam kepadanya. Dalam pergaulan, orang sanguin sering dikenal sebagai talk active atau “Si Tukang Bicara”. Orang sanguin adalah orang yang suka bergaul dan spontan. Mereka jarang khawatir akan masa depan atau masa lalu, mereka menikmati lebih banyak kegembiraan dari hari-hari yang dilaluinya dibandingkan dengan tipe-tipe lainnya. Orang sanguin biasanya bukan pemikir berat, mereka menafsirkan kejadian-kejadian yang ada dengan cepat. Kadang-kadang mereka mendapat kesulitan karena jarang mengantisipasi dari pilihan atau tindakan mereka. Perasaan mereka memiliki peranan yang sangat dominan di dalam segala sesuatu sehingga mereka cenderung membuat keputusan-keputusan yang bersifat emosional. Tapi belajar dari pengalaman, keputusan-keputusan yang bersifat emosional hampir selalu merupakan keputusan-keputusan yang buruk.

Namun kelemahannya, ia tidak teratur, emosional, ia suka pelupa, cepat bosan, semangat di depan tetapi kehilangan motivasi di akhir jalan, suka memotong pembicaraan orang lain, berantakan, tidak konsisten dan tidak sensitif terhadap apa yang dikatakan orang terhadap dirinya. Dia cenderung impulsive, yaitu orang yang bertindak sesuai emosi atau keinginannya. Orang yang menonjol dalam karakter Sanguin berbakat untuk menjadi pembicara, Public Relations (Humas), atau marketing.

KOLERIS

Tipe koleris adalah tipe terbuka tetapi biasanya tingkat keterbukaannya lebih rendah daripada tipe Sanguin yang super terbuka. Orang koleris adalah orang yang aktif, semangat dan bekerja keras, ambisius, motivator bagi orang lain. Karena sifatnya yang berkemauan keras, mandiri dan berpendirian keras, orang koleris cenderung keras kepala. Kompromi merupakan hal yang sangat sulit bagi mereka kecuali kompromi itu bermanfaat untuk tujuan yang mereka miliki. Mereka mempunyai tujuan untuk segala sesuatu, dari kesehatan jasmani sampai dengan tingkah laku anak. Mereka adalah tipe yang suka mengambil alih, yang suka memerintah orang-orang disekitarnya, tidak peduli apakah orang itu menyukainya atau tidak.

Orang koleris tidak pernah mencoba untuk tidak menguasai suatu situasi dan mereka hidup penuh dengan pertentangan. Bagian dari sifat dasar mereka yang belum berkembang adalah emosi mereka. Mendapatkan persetujuan dari mereka hampir merupakan hal yang tidak mungkin. Mencapai tujuan mereka adalah ambisi bagi orang koleris. Seorang yang koleris adalah seseorang yang dikatakan berorientasi pada pekerjaan dan tugas, dia adalah seorang yang mempunyai disiplin kerja yang sangat tinggi. Kelebihannya adalah dia bisa melaksanakan tugas dengan setia dan akan bertanggung jawab dengan tugas yang diembannya.

Tipe orang-orang koleris adalah orang yang biasanya tahu apa yang ia inginkan, terus berusaha untuk mendapatkannya dengan caranya sendiri, suka berorientasi pada sasaran atau target. Aktivitasnya dicurahkan untuk prestasi, memimpin dan memanajemen, menuntut loyalitas dan penghargaan dari sesama, berusaha mengendalikan atau mengkordinasikan dan mengharapkan pengakuan atas prestasinya, serta suka ditantang dan mau menerima tugas-tugas sulit. Tapi mereka juga suka merasa benar sendiri, suka kecanduan jika melakukan sesuatu, keras kepala, dan tidak peka terhadap perasaan orang lain. Mereka sering diidentifikasikan sebagai “Si Pelaksana”.

Ia sangat berbakat menjadi pemimpin dan berkeinginan kuat. Tidak kenal takut dan selalu mencoba cara-cara baru. Tidak mudah digugah. Sehingga kelemahannya pun berkisar di sekitar hal itu juga, seperti keras kepala, mudah marah, cenderung bosan, bisa manipulatif dan cenderung tidak punya perasaan. Dari cara berbicaranya pun tegas dan tidak suka bertele-tele. Kelemahan orang koleris adalah kurangnya kemampuan untuk bisa merasakan perasaan orang lain (empati), belas kasihan terhadap penderitaan orang lain juga agak minim, karena disini perasaannya kurang bermain.

Jadi, ketika anda berkomunikasi dengan orang koleris, anda tidak boleh ragu, lambat, bertele-tele dan terlalu emosional.

MELANKOLIS

Tipe yang paling berbakat dari semua tipe adalah tipe melankolis sekalipun mereka adalah tipe yang paling akhir dalam hal menghargai bakat mereka sendiri. Tipe melankolis mempunyai sifat dasar yang tertutup. Mereka sering mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi dan bersifat estetis yang mendalam sehingga mereka lebih menghargai seni dibandingkan dengan hal-hal lainnya. Tipe melankolis cenderung suka murung dan putus asa.

Orang melankolis dilahirkan sebagai orang perfeksionis, sering meremehkan diri mereka sendiri untuk tidak melakukan yang lebih baik walaupun pada kenyataannya produktivitas mereka lebih aktif daripada kebanyakan tipe-tipe yang lainnya. Mereka adalah orang yang mau mengorbankan diri sendiri, serius dan takut akan kegagalan. Mereka mempunyai sifat dasar yang teliti, hidup dengan tantangan ataupun visi untuk menginvestasikan hidup mereka. Tetapi jarang dapat menghasilkan sendiri.

Tipe melankolis adalah orang yang terobsesi dengan karya yang paling bagus, yang paling sempurna dan dia memang adalah seseorang yang mengerti estetika keindahan hidup ini. Perasaannya sangat kuat, sangat sensitif maka kita bisa menyimpulkan bahwa cukup banyak seniman yang memang berdarah melankolis. Kelemahan tipe melankolis, ia mudah sekali dikuasai oleh perasaan dan cukup sering perasaan yang mendasari hidupnya sehari-hari adalah perasaan murung.

Orang-orang melankolis cenderung perfeksionis (menuntut kesempurnaan). Semuanya selalu rapi, ada pada tempatnya dan memiliki prosedur. Ia menyukai hal-hal yang detil. Selalu memikirkan segala hal dan menganalisanya. Walaupun kreatifitasnya sangat tinggi. Tipe orang-orang yang sensitif dan romantis masuk ke dalam kategori ini. Cenderung diam dan pemikir, berusaha mengejar kesempurnaan dari apa yang menurutnya penting. Ia butuh ruang dan ketenangan supaya mereka dapat berpikir dan melakukan sesuatu.

Ia berorientasi pada tugas, sangat berhati-hati, dan suka keteraturan. Karenanya mereka sering kecewa dan depresi jika apa yang diharapkannya tidak sempurna. Ia seringkali diidentifikasikan sebagai “Si Perfeksionis” atau “Si Pemikir”. Kelemahannya, ia cenderung negatif, pendendam, skeptik, tidak mudah mempercayai orang lain, moody, depresif dan menyendiri.

Jadi, bila menghadapi orang-orang bertipe melankolis, jadilah lebih sensitif dan berikan data-data pendukung karena ia akan terus butuh data untuk dibuktikan. Mereka berbakat menjadi seniman, peneliti dan ilmuwan.

PLEGMATIS

Tipe plegmatis merupakan orang yang tertutup, sangat diam, tidak menuntut, kalem dan lamban. Mereka jarang mengeluarkan ide-ide atau perasaan jika mereka tidak yakin mereka yakin mereka akan melukai atau menyakiti perasaan orang lain. Orang plegmatis merupakan orang yang sangat baik dengan sifat bahagia dan menyenangkan. Mereka dilahirkan dengan bakat diplomat dan pembawa damai, mereka dicintai oleh anak-anak. Orang plegmatis adalah orang yang menyenangkan dan tidak menakutkan. Dua dari kelemahan mereka yang utama adalah rasa takut dan egois. Walaupun mereka menunjukkan sifat-sifat ini dengan sangat diplomatis sehingga bahkan beberapa teman baik mereka pun tidak mengenal sifat asli mereka.

Tipe plegmatis adalah orang yang cenderung tenang, dari luar cenderung tidak beremosi, tidak menampakkan perasaan sedih maupun senang. Naik turun emosinya tidak nampak dengan jelas. Orang ini memang cenderung bisa menguasai dirinya dengan cukup baik, ia introspektif sekali, memikirkan secara dalam, bisa melihat, menatap dan memikirkan masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya.

Kelemahan orang plegmatis adalah ia cenderung mau ambil mudahnya saja, tidak mau bersusah-susah, sehingga suka mengambil jalan pintas yang paling mudah dan gampang. Cenderung penakut, lamban, selalu kuatir, dan tidak dapat mengambil keputusan. Bersabarlah menghadapi orang bertipe plegmatis, terutama dari nada suara anda, karena Anda akan mengintimidasi dan lebih menjauhkan mereka.

Mereka kurang disiplin dan motivasi sehingga suka menunda-nunda sesuatu. Mereka kadang dipandang sebagai seorang yang lamban. Bukannya karena ia kurang cerdas, tepi justru karena ia lebih cerdas dari orang lain, tak suka keramaian, tak suka banyak bicara, namun banyak akal dan dapat mengucapkan kata yang tepat, sehingga cocok menjadi negosiator. Kadang diidentifikasikan sebagai “Si Pengamat”.

BAGAIMANA CARA BELAJAR YANG BAIK (dilihat dari sudut pandang masing-masing karakter). Jika Anda;

·         Sangunis : Saya suka belajar dengan cara yang menyenangkan!

·         Koleris : Saya suka belajar menggunakan cara saya!

·         Melankolis : Saya suka belajar dengan cara yang benar!

·         Plegmatis : Saya suka belajar dengan cara yang mudah!

APA YANG DISUKAI DALAM BELAJAR, Jika Anda;

·         Sangunis : Mari belajar sambil bermain!

·         Koleris : Jangan bertele-tele!

·         Melankolis : Berikan saya data dan fakta!

·         Plegmatis : Saya ingin menyenangkan Anda!

BAGAIMANA AGAR BELAJAR LEBIH OPTIMAL?, Jika Anda;

·         Sangunis : Saya akan lebih mengerti jika melihat sendiri dengan mata saya (melihat secara langsung)

·         Koleris : Apa temanya?

·         Melankolis : Katakan apa yang Anda harapkan dari saya?

·         Plegmatis : Tolong jelaskan sekali lagi !

Mana yang Terbaik ??

Orang koleris dalam belajar ingin cepat. Ia tak sabar berpindah bab atau pembahasan. Sehingga ia terkesan terburu-buru. Sementara Plegmatis, sebaliknya, ia cenderung lamban dan mempermudah segalanya dengan sikap santainya.

Kalau orang Sanguin sulit menyelesaikan tugas tanpa bantuan orang lain. Kesulitan orang Sanguin tersebut (dalam hal menyelesaikan tugas) sulit dipahami oleh orang Melankolis, sehingga orang Melankolis akan mengecapnya (orang Sanguin) sebagai orang bodoh yang sukanya hanya bicara saja.

Agar belajar menjadi efektif, kita harus belajar banyak dari orang Melankolis yang perilakunya Intelektual, suka dengan fakta dan data yang mendetail dan berisi. Namun bukan berarti Melankolis lah yang terbaik. Ia juga banyak tidak bisa melakukan apa yang dapat dilakukan oleh orang Sanguin, Koleris atau Plegmatis.

Antusiasme yang tinggi tampak dari si sanguin, tapi dia sulit mewujudkan antusiasme-nya karena selalu merasa kesulitan dalam menemukan waktu untuk memulainya. Maka ia harus menggali karakter Melankolisnya. Atau ia akan cocok untuk belajar kelompok dimana didalamnya ada orang-orang Melankolis. Tapi jika kelompok tersebut berisi orang-orang melankolis semua, maka kondisi tertekan dan cenderung pesimis akan terjadi. Disinilah dibutuhkan sifat sanguin (yang optimis) dan koleris, yang akan menguatkan motivasi.

Plegmatis juga butuh sifat atau karakter melankolis agar belajar bertanggung jawab dan tidak sekedar menyenangkan orang lain (membuat orang lain senang). Namun Plegmatis akan mampu membuat kita tetap berada pada jalur positif dengan sifatnya yang tidak memaksakan diri.

SANGUIN:

Positif : berpenampilan menarik (atraktif), modis, cenderung populer, supel, banyak tertawa, suka menarik perhatian, humoris, berpikiran positif, banyak teman.

Negatif : tidak teratur, emosional, suka pelupa, mudah bosan, suka memotong pembicaraan orang lain, cenderung impulsive (suka bertindak semaunya sesuai kehendak emosinya), kurang sensitif terhadap apa yang dikatakan oranglain terhadap dirinya.

KOLERIS

Positif : pekerja keras, ambisius, motivator bagi orang lain, mandiri, gaya bicara tegas (tidak bertele-tele),

Negatif : keras kepala, mudah marah, bisa manipulatif, cenderung kurang peka / sensitif terhadap perasaan orang lain, kurangnya empati

MELANKOLIS

Positif : sangat sensitif / peka terhadap perasaan orang lain, hidup penuh tantangan dan visi, teliti dan menelaah sesuatu secara mendetail, rasa empati yang tinggi, bertanggung jawab, takut akan kegagalan, orang yang romantis, pemikir

Negatif : mudah berpikiran negatif, sering murung, cenderung pendiam, skeptik, pendendam, depresif, tidak mudah mempercayai orang lain, suka menyendiri

PLEGMATIS

Positif : kebanyakan dari mereka memiliki rasa humor, stabil, seimbang, tidak suka mempersoalkan hal-hal sepele, sangat intropektif terhadap dirinya sendiri, bisa melihat dan memikirkan secara mendalam tentang masalah-masalah yang terjadi disekitarnya, berhati-hati dalam bertindak, kalem

Negatif : Lamban, cenderung pendiam dan tertutup, cenderung mau ambil mudahnya (tidak mau susah), cenderung penakut, selalu kuatir, tidak dapat mengambil keputusan, tidak suka resiko dan tantangan

Jika Anda mendeteksi bahwa Anda adalah (misalnya) Sanguin, bukan berarti bahwa anda sepenuhnya 100% adalah orang Sanguin, tetapi ada ruang-ruang atau kemungkinan kecil anda memiliki watak lain. Tetapi tentu yang lebih dominan adalah watak Sanguin Anda. Misalnya; 80% Sanguin, dan 20% Koleris, atau 90% Koleris, dan 10% Plegmatis, berarti watak yang dominan adalah watak Koleris. Begitupun sebaliknya jika Anda berpikir bahwa Anda Koleris, jangan menutup kemungkinan bahwa Anda juga memiliki watak lain, misalnya watak; Plegmatis, meskipun presentase nya hanya 5% untuk watak Plegmatis. Tetapi yang lebih dominan adalah watak dominan Anda. Bahkan Anda kemungkinan Anda dapat memiliki tiga watak sekaligus (tentu ini harus didalami lagi secara mendalam karakter Anda), yang mana masing-masing watak tentu sulit untuk di jabarkan ke dalam bentuk angka presentase, karena campuran antara ketiga watak tersebut melebur menjadi satu dan membentuk kepribadian Anda yang sekarang. Tetapi jika Anda mampu, bisa atau ingin merubah watak, sifat, dan pola hidup Anda, maka tidak mustahil bagi Anda untuk berpindah watak dan kepribadian, misalnya dulunya Anda adalah orang Plegmatis, sekarang Anda menjadi orang; Koleris. Ini terjadi pada teman saya (Plegmatis ke Koleris). Tetapi ini butuh waktu untuk proses perpindahan watak, atau perubahan sifat, tabiat, dan pola hidup. Kebanyakan perpindahan watak ini terjadi pada mereka yang remaja (yang masih labil), yang masih mencari-cari jati diri mereka. Kebanyakan munculnya watak dan kepribadian seseorang, dan juga proses perubahan watak seseorang, terjadi pada umur kisaran; antara 18-25 Tahun. Tetapi untuk merubah watak Anda, ini tidak seperti membalikkan telapak tangan, tidak mudah memang apalagi jika watak itu adalah watak bawaan Anda yang sudah tertanam kuat dalam diri Anda dari semasa Anda kecil hingga sekarang. Bagi orang-orang yang sudah berhasil mencari jati diri mereka, mereka memiliki watak stabil atau watak tetap, dan itu adalah buah dari hasil keberhasilan dan kerja keras mereka sewaktu dulu mereka mencari jati diri mereka masing-masing.

Tetapi tentunya orang-orang Psikolog tentu lebih paham mengenai hal ini ketimbang saya. Saya hanya menginterpretasikan-nya menurut penalaran saya pribadi.

Jadi, manakah karakter yang Anda miliki ??